topbella
Welcome Myspace Comments

Jumat, 11 Februari 2022

1.4.a.10. Aksi Nyata - Budaya Positif di SDN Medowo 1

MEMBUAT KEYAKINAN KELAS DI KELAS V
DAN BERBAGI PRAKTIK BAIK
BUDAYA POSITIF PADA REKAN SEJAWAT
DI SDN MEDOWO 1 – KEC. KANDANGAN – KAB. KEDIRI
 
Oleh :
KIKI REXTIKA DIANI PUTRI, S.Pd.
SDN MEDOWO 1 – KEC. KANDANGAN
CGP ANGKATAN 4 KAB. KEDIRI -  JAWA TIMUR

Link Youtube 1.4.a.10 Aksi Nyata - Budaya Positif :
 

A.   Latar Belakang

Budaya positif di sekolah adalah nilai-nilai dan keyakinan yang tumbuh dan berkembangan di lingkungan sekolah, dan merupakan kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di sekolah dan sudah disepakati bersama, dan tentunya berpihak pada siswa.

Dalam menerapkan budaya positif di sekolah, guru harus berkolaborasi dengan kepala sekolah, rekan sejawat, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar untuk menumbuhkan budaya positif dalam diri siswa sehingga karakter profil pelajar pancasila dapat terwujud.

Keadaan sekolah saat ini masih menerapkan aturan dan sanksi dalam menumbuhkembangkan karakter siswa. Pada abad 21 ini kegiatan ini tidak lagi relevan mengingat program pemerintah saat ini pendidikan diarahkan dalam mewujudkan merdeka belajar.

Merdeka belajar yang dimaksud yaitu bahwa setiap siswa belajar untuk mengembangkan potensinya  menurut minat dan bakatnya. Kemauan dan hasrat belajar berasal dari dalam dirinya bukan karena pengaruh orang lain termasuk guru. Peran guru lebih kepada penuntun setiap siswa untuk mengembangkan potensinya.

Salah satu upaya dalam mewujudkan lingkungan positif yaitu membuat keyakinan kelas dan keyakinan sekolah. Keyakinan kelas merupakan kesepakatan yang disusun di dalam kelas yang menjadi pedoman bagi setiap siswa dalam bertindak. Sedangkan keyakinan sekolah merupakan kesepakatan yang disusun oleh warga sekolah sehingga menjadi pedoman dalam bertindak disekolah. Keyakinan kelas dan keyakinan sekolah berasal dari siswa yang disepakati bersama sehingga diharapkan setiap siswa dituntuk karena kesadaran dalam melaksanakannya bukan karena paksaan. Dengan demikian penumbuhkembangan karakter mereka akan menjadi lebih kuat.

Dengan terciptanya lingkungan positif disekolah maka visi pendidikan di sekolah akan tercapai yaitu terwujudnya siswa dengan profil pelajar pancasila dan dapat mengaktualisasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupannya. 

 

B.    Tujuan

            Mewujudkan budaya positif merupakan salah satu visi yang wajib dimiliki sekolah, sekaligus menjadi visi bagi para pendidik di lingkungan sekolah tersebut dengan cara :

1. Membangun hubungan positif dan lebih dekat antara guru dengan siswa.

2. Membiasakan siswa menerapkan budaya positif sehingga menjadi karakter positif dan memiliki budi pekerti.

3. Membentuk siswa sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

4.  Membantu proses belajar mengajar sehingga lebih mudah dan tidak menekan siswa.

 

C.    Tolak Ukur

Indikator bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik adalah jika ada perubahan baik dari sikap siswa dalam menerapkan keyakinan kelas :

1. Siswa menjadi aktif dan semangat belajar

2. Guru dan siswa saling menyayangi dan menghormati

3. Guru dan siswa saling peduli

4. Guru dan siswa saling konsisten dalam menjaga komitmen

 

D.      Linimasa Tindakan yang akan Dilakukan

                Rincian dari tindakan aksi nyata yang dilakukan adalah :

1.  Minggu I (Selasa, 04 Januari 2022)

Mengajukan gagasan/ide kepada kepala sekolah dengan mengkomunikasikan dan mendiskusikan langkah konkrit yang akan diambil.

2.  Minggu II (Selasa-Jumat, 11-14 Januari 2022)

a.    Membuat/mendesain keyakinan kelas untuk mewujudkan kelas impian dengan sistem demokrasi

b.    Berkomitmen bersama-sama untuk melaksanakan keyakinan kelas yang telah dibuat

c.    Menetapkan konsekuensi secara bersama-sama dengan kesepakatan yang telah dibuat

3.  Minggu III (Rabu, 19 Januari 2022)

Melakukan pendekatan persuasif dan komprehensif dalam membangun budaya positif sekolah bersama rekan guru (berbagi praktik baik)

4.  Minggu IV (Sabtu, 29 Januari 2022)

Melakukan evaluasi, refleksi terhadap pelaksanaan keyakinan kelas dan membuat rencana perbaikan untuk implementasi budaya positif ke depan.

 

E.       Dukungan yang Dibutuhkan

Pihak-pihak yang dibutuhkan adalah :

1. Kepala sekolah, rekan guru, komite sekolah dan stake holder yang ada di sekolah.

2. Orang tua sebagai pendamping siswa dalam menerapkan budaya positif.

3. Keterlibatan siswa.

4. Lingkungan masyarakat.

 

F.       Hasil dari Aksi Nyata (Pembelajaran yang Didapatkan)

Pembelajaran yang didapatkan dari hasil aksi nyata ini, terdapat 2 faktor diantaranya :

1.         Faktor Pendukung (keberhasilan), yang terdiri dari :

a.      Dukungan dari kepala sekolah dan seluruh warga sekolah

b.      Orang tua sebagai pendamping

c.      Usulan ide beserta harapan siswa dapat terwujud, siswa merasa didengar

d.      Harapan tentang kelas impian oleh siswa

e.      Suasana belajar lebih efektif

 

2.         Faktor penghambat (kegagalan), yang terdiri dari :

a.      Karakteristik siswa yang beragam

b.      Adaptasi dari budaya lama ke budaya baru membutuhkan proses dan waktu

c.      Butuh kebiasaan yang konsisten diterapkan oleh seluruh warga kelas

 

Ketika melakukan diseminasi praktik baik tentang penerapan budaya positif, saya mendapatkan beragam tanggapan. Tanggapan tersebut mulai dari rekan guru yang menanyakan tentang apakah mulai saat ini peraturan kelas diubah menjadi keyakinan kelas. Selain itu juga ada rekan guru yang awalnya mengira bahwa merdeka belajar adalah belajar sesuka hatinya, dengan adanya kegiatan berbagi ini guru menjadi terbuka pikirannya dan memahami makna dari pembelajaran merdeka belajar dan penerapan budaya positif utamanya dalam penggunaan segitiga restitusi, serta perbedaan hukuman dan konsekuensi.

 

G.      Refleksi

Penerapan budaya positif di sekolah saya awali dengan membuat keyakinan kelas bersama siswa kelas V di SDN Medowo 1. Sebelumnya saya menggali pengetahuan siswa terkait keyakinan kelas dengan cara melakukan tanya jawab tentang apa itu keyakinan kelas. Tentang kelas impian mereka dan apa yang akan dilakukan, serta dibiasakan selama satu semester kedepan. Hal ini diharapkan dapat menjadi suatu budaya positif di lingkungan sekolah.

Kemudian bersama rekan sejawat saya berbagi praktik baik budaya positif terkait membuat keyakinan kelas bersama siswa. Hal ini bertujuan agar rekan-rekan guru juga dapat menerapkan budaya positif di kelas maupun di pembelajarannya masing-masing. Saya juga berbagi terkait beberapa hal yaitu makna disiplin, perbedaan hukuman dan konsekuensi, kebutuhan dasar manusia, dan segitiga restitusi

 

H.      Rencana Perbaikan Implementasi Budaya Positif

Untuk rencana perbaikan implementasi saya senantiasa berusaha menggerakkan rekan guru, memotivasi, sharing bersama, dan berkolaborasi dengan seluruh warga sekolah agar penerapan budaya positif dapat terus digalakkan di lingkungan SDN Medowo 1.

 

 

BERIKUT FOTO DOKUMENTASI HASIL AKSI NYATA BUDAYA POSITIF 

 

Membuat Keyakinan Kelas Bersama Siswa Kelas V SDN Medowo 1 :












Berbagi Praktik Baik Budaya Positif pada Rekan Sejawat :






Kegiatan Pelaksanaan Praktik Baik Segitiga Restitusi :


Thank You Myspace Comments

About Me

Foto Saya
Khie Rextieccha
Live is a struggle... So do the best thing that you can do... Tell "I'm ready to do something new!!!"..
Lihat profil lengkapku