Menumbuhkan Jiwa Kompetisi bagi Siswa di Era Digital
Oleh :
Kiki Rextika Diani Putri, S.Pd.
SDN Medowo 1 - Kec. Kandangan
CGP Angkatan 4 - Kab. Kediri
Latar Belakang
Penyebaran informasi dan ilmu
pengetahuan berlangsung dengan cepat. Dengan media internet, anak bisa berselancar di
dunia maya untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan dengan pesat. Hal ini
sangat mempengaruhi persaingan di dunia kerja di masa depan, pastinya menjadi
sangat ketat.
Jiwa kompetisi perlu
ditumbuhkan sejak dini, agar siswa bisa kuat dan teguh dalam menghadapi
rintangan di suatu saat nanti. Bagaimana kiat guru agar bisa mengembangkan jiwa
kompetisi kepada siswa di masa kini?
1. Dukung Bakat dan Minat Siswa
Setiap siswa tentu memiliki
kegemaran. Kegemaran biasanya erat kaitannya dengan bakat yang ingin ia
kembangkan. Guru perlu mencermati hal ini. Berikan metode pembelajaran yang
tidak monoton, namun perlu bervariasi. Berikan ruang bagi siswa untuk berkreasi
dan berekspresi sesuai dengan minat, ketrampilan, bakat, dan potensi.
2. Berikan Apresiasi
Apresiasi bisa berupa pujian
dan hadiah yang menyenangkan. Saat siswa mencapai suatu perkembangan yang
positif, jadikanlah kesempatan ini untuk memberikan apresiasi yang motivatif.
Pujian dari hati, hadiah, atau piagam penghargaan pasti akan memberikan dampak
yang memotivasi.
3. Kegagalan adalah Pelajaran
Tanamkan dalam diri siswa
bahwa keberhasilan adalah hal yang harus disyukuri dan memberikan pengaruh yang
memotivasi. Sedangkan kegagalan adalah suatu pelajaran untuk menjadi pribadi
yang lebih baik, belajar lebih rajin, dan memiliki kemampuan yang lebih hebat
lagi. Sampaikan hal ini saat mengadakan lomba di lingkungan sekolah, atau saat
kegiatan pembelajaran sebagai kata-kata yang menginspirasi.
4. Kehidupan Sosial itu Penting
Saat mengalami kegagalan,
beberapa orang bisa mengalami depresi. Salah satu sebanya adalah karena ia
tidak memiliki seseorang untuk berbagi. Sedari usia dini, ajarkan kepada siswa
pentingnya bersosialisasi. Keberhasilan yang besar juga sangat dipengaruhi oleh
kekompakan dalam berkolaburasi, tidak hanya mengandalkan kemampuan
diri. Kegiatan berkelompok dan yang memungkinkan siswa bisa melakukan
diskusi dan interaksi perlu diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari.
5. Menumbuhkan Keberanian dan Kepercayaan Diri
Di era digital, ketrampilan
berkomunikasi menjadi sesuatu yang vital. Ketrampilan berkomunikasi tidak hanya
saat mereka bercakap-cakap dalam kehidupan sehari-hari, namun juga saat mereka
melakukan presentasi. Kegiatan yang bersifat tampil di depan publik sangatlah
penting, karena bisa mengembangkan jiwa pemberani, sikap kepemimpinan, dan
karakter percaya diri.
Di era digital, selain
kemampuan menggunakan teknologi, anak-anak perlu dipersiapkan menjadi pribadi
yang hebat dalam berkompetisi.
Untuk melaksanakan
aksi nyata saya menyusun prosedur BAGJA sebagai berikut.
|
B-uat
Pertanyaan (Define) |
Bagaimana
menumbuhkan jiwa kompetisi siswa di era digital seperti saat ini? |
·
Mengumpulkan informasi terkait ketertarikan siswa dalam kegiatan
yang menumbuhkan jiwa kompetisi siswa ·
Mendata aset atau modal yang ada di sekolah dan dapat
dimanfaatkan. |
|
A-mbil
Pelajaran(Discover) |
Apa yang
membuat siswa tertarik untuk berkompetisi? |
·
Mengumpulkan informasi minat dan jenis kegiatan yang menarik
bagi siswa untuk berkompetisi. ·
Mengumpulkan informasi terkait perlombaan yang dapat diikuti
siswa. |
|
G-ali
Mimpi (Dream) |
Harapan
apa yang ingin diraih jika jiwa kompetisi siswa sudah terbentuk? |
·
Harapan yang ingin diraih agar siswa dapat percaya terhadap
kemampuan yang dimiliki dan mampu bersaing sesuai dengan kemampuan yang
dimiliki |
|
J-abarkan
Rencana (Design) |
Langkah-langkap
apa yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan jiwa kompetisi siswa? |
·
Berkomunikasi dan koordinasi dengan kepala sekolah untuk
mengadakan kegiata. ·
Memetakan minat dan jenis kegiatan yang mereka sukai ·
Mengadakan kegiatan seleksi sesuai minat dan jenis kegiatan siswa
untuk menumbuhkan jiwa kompetisi siswa. ·
Menyusun program pendampingan atau pembinaan untuk kegiatan
perlombaan. ·
Mengikuti perlombaan di luar sekolah secara terjadwal. |
|
A-tur
Eksekusi (Deliver) |
Siapa saya
yang harus terlibat dalam kegiatan menumbuhkan jiwa kompetisi siswa? Bagaimana
mereka berperan dalam menumbuhkan jiwa kompetisi siswa? |
·
Kepala sekolah ·
Guru ·
Siswa sebagai subjek utama pendidikan |



.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)


0 komentar:
Posting Komentar